Pilih negara asal dan bahasa
Singapore
Malaysia
Takaful
Indonesia
Brunei

Tantangan dan Realitas Generasi Sandwich

Print
Bagikan
Tantangan dan Realitas Generasi Sandwich

Istilah “generasi sandwich” atau generasi roti lapis menggambarkan posisi unik, di mana seseorang berada dalam situasi untuk tetap merawat orang tua yang sudah lanjut usia, adik, pasangan, serta anak kandung sendiri secara bersamaan. Terperangkap di antara tanggung jawab lebih dua generasi, individu yang merupakan generasi sandwich harus menghadapi hari dengan seimbang, termasuk memahami kompleksitas finansial dan emosional. Dalam artikel kali ini, mari kita eksplor bersama apa saja tantangan generasi sandwich dan bagaimana cara menyiasatinya.

 

Arti Generasi Sandwich

Sandwich generation atau generasi sandwich diperkenalkan pertama kali pada 1981 oleh Dorothy A. Miller, seorang Profesor dan direktur praktikum University of Kentucky, Lexington, Amerika Serikat. Menurut Miller, arti generasi sandwich adalah sekelompok individu yang menanggung beban kehidupan orang tuanya, diri sendiri dan anaknya.

Bagaikan sandwich atau roti lapis, roti teratas diibaratkan sebagai orang tua yang tidak memiliki penghasilan dan hidup atau berdiri dari anaknya (lapisan sandwich selanjutnya). Sementara, roti yang di bawah digambarkan sebagai anak yang harus dibesarkan dengan baik.

Kedua roti itu menghimpit isi dari sandwich, yang biasanya berisi sayuran, daging, dan saus, menggambarkan sumber isi utama dari sandwich. Jika tidak ada isi, sandwich itu hanya dua lembar roti biasa. Oleh karena itu, arti generasi sandwich adalah seseorang yang ‘terjepit’ secara finansial untuk menghidupi orang tua, anak, dan diri sendiri.

Siapa yang Termasuk Generasi Sandwich?

Carol Abaya, pakar Aging and Elderly Care (seniorliving.org), membagi tiga kategori generasi sandwich:

  • The Traditional Sandwich Generation Artinya kelompok usia 40-an atau awal 50-an yang menanggung kehidupan orang tuanya yang lanjut usia dan anaknya yang sudah dewasa.
  • The Club Sandwich Generation artinya, kelompok usia 50-an atau 60-an yang menanggung kehidupan orang tuanya yang lanjut usia, anaknya yang sudah dewasa, dan mungkin cucunya. Istilah ini juga untuk kelompok usia 30-an atau 40-an yang memiliki anak kecil, orang tua yang lanjut usia, dan kakek-nenek mereka.
  • The Open-Faced Sandwich Generation artinya, siapapun yang kira-kira 25 persen kehidupannya menanggung dan merawat orang lansia tetapi bukan secara profesional (seperti perawat panti jompo) termasuk dalam kategori ini.

Tantangan Generasi Sandwich

 

1. Tanggung jawab Ganda

 

Tanggung Jawab Ganda

Generasi sandwich tidak hanya bertanggung jawab untuk merawat dan memastikan kehidupan diri sendiri sudah terpenuhi, tetapi juga kehidupan orang tua dan anak-anak mereka. Ini dapat memengaruhi keseimbangan antara kehidupan pribadi dan keluarga.

2. Tekanan Finansial yang Berat

Tekanan Finansial yang Berat

Merawat tiga generasi secara sekaligus membutuhkan biaya finansial yang besar. Mulai dari kebutuhan sehari-hari, perawatan kesehatan orang tua sekaligus pendidikan anak dapat menjadi beban finansial yang berat.

3. Waktu dan Energi yang Terbatas

Waktu dan Energi yang Terbatas

Mengurus tiga generasi berbeda memerlukan waktu dan energi yang banyak. Bayangkan harus merawat orang tua, mendukung pendidikan anak, dan mengejar karir di waktu yang bersamaan.

4. Beban Emosional

Beban Emosional

Tidak hanya beban finansial, seorang yang terjebak dalam generasi sandwich dapat mengalami gangguan kesehatan mental. Contohnya seperti stres yang tinggi, kelelahan fisik, perasaan tidak puas, rasa khawatir yang berlebih, dan menjadi cenderung lebih tertutup dari biasanya.

Dampak Generasi Sandwich

 

Berbagai tanggung jawab dan tantangan yang dihadapi oleh generasi sandwich berdampak pada kehidupan mereka dan hubungan dengan anggota keluarga lainnya. Dampak yang bisa dilihat antara lain:

  1. Merasa khawatir tentang kehidupan keluarga seperti biaya pendidikan anak, biaya hidup orang tua, karier diri sendiri, dan lainnya.
  2. Rentan mengalami masalah psikologis seperti stres dan depresi
  3. Mudah mengalami burnout karena kelelahan secara fisik dan mental
  4. Sering dihantui perasaan bersalah karena merasa tidak mampu memenuhi kebutuhan keluarga
  5. Tidak punya untuk diri sendiri seperti melakukan hobi, merawat diri, dan bersosialisasi dengan orang lain

 

Strategi Menjalani Kehidupan sebagai Generasi Sandwich

Pasalnya, generasi sandwich dapat memberikan dampak serius terhadap finansial dan kesehatan. Agar tidak terjebak dalam rantai generasi sandwich, berikut cara yang bisa dilakukan:

  1. Memperhatikan Dinamika Keluarga yang Kompleks

Bagi kita mungkin semua anggota keluarga adalah prioritas. Namun, perlu ketahui mana yang memiliki perhatian khusus atau lebih. Jangan lupa untuk beri perhatian kepada diri sendiri, baru orang lain. Beri waktu untuk merawat diri dan menjalankan hobi. Jika diri sendiri tidak terurus, bagaimana anggota keluarga yang lain.

Setelah itu, bagilah waktu dan perhatian dengan baik. Jika ada anggota keluarga yang perlu perawatan, misalnya orang tua, beri perawatan yang terbaik. Anda juga dapat membagi kepada pasangan Anda. Misal Anda mengurus orang tua, pasangan Anda mengurus pendidikan anak. Urusan ini juga bisa dapat digilir atau bergantian setiap waktunya agar orang tua dan anak dapat perhatian penuh.

Selalu komunikasikan segala situasi antar anggota keluarga. Diskusikan harapan, batasan, dan cara mengelola keuangan bersama. Ini membantu untuk saling memahami dan mengurangi beban finansial.

 

  1. Perencanaan Jangka Panjang dan Strategi Mengatasinya

Cara mengatur keuangan generasi sandwich adalah dengan membuat tabungan terencana yang memiliki fitur auto debit yang otomatis menarik saldo dengan jumlah tertentu dari rekening sumber setiap bulan. Ini memudahkan Anda untuk membayar tagihan secara rutin agar tidak terlewat. Contohnya seperti pendidikan anak, tabungan haji/umrah, dan lain sebagainya.

Siapkan juga tabungan untuk masa pensiun nanti yang dapat ditabung secara rutin setiap bulannya dari pendapatan. Tabungan pensiun ini sebagai dana kehidupan sehari-hari pada saat pensiun nanti. Ini menjadi bentuk kasih sayang terhadap generasi di bawah (anak) agar mereka tidak menjadi generasi sandwich.

Langkah yang bijak sebagai cara mengatur keuangan generasi sandwich adalah dengan memiliki asuransi jiwa untuk keluarga. Asuransi dibutuhkan untuk menghadapi hal-hal yang tidak diinginkan. Asuransi GREAT Pro Solution dari Great Eastern Life Indonesia dapat membantu perencanaan keuangan untuk seluruh anggota keluarga. Dengan satu asuransi, seluruh anggota keluarga dapat menikmati manfaat yang lengkap mulai dari rawat jalan hingga perawatan penyakit kritis. Ini dapat melindungi dari beban finansial yang berat dan urusan administrasi yang lainnya.

Tidak bisa dipungkiri bahwa generasi sandwich memiliki peran yang kompleks sekaligus memerlukan keseimbangan antara kebutuhan dua generasi yang berbeda. Tantangan finansial, emosional, dan waktu yang mereka hadapi sangatlah besar dan membentuk tatanan kehidupan mereka sehari-hari. Ketika masyarakat bergulat dengan populasi yang menua dan struktur keluarga yang berkembang, mengakui dan mengatasi realitas generasi sandwich menjadi suatu keharusan. Dengan memupuk kesadaran, pemahaman, dan dukungan bagi individu-individu ini, kita dapat berupaya menciptakan kerangka kerja yang lebih berbelas kasih dan berkelanjutan yang mengakui dan mengurangi tantangan yang melekat dalam pengalaman pembuatan generasi sandwich selanjutnya.

Info lebih lanjut
Kembali ke atas
Butuh bantuan?
Customer Contact Center
Layanan Nasabah
GREAT Promo
Akun Resmi WhatsApp
GREATPedia
Great Eastern Life Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan
Great Eastern Life Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan