Demam berdarah (DBD) adalah infeksi virus yang menyebar lewat gigitan nyamuk, dan biasanya menyebabkan demam tinggi. Dalam beberapa kasus, bisa jadi cukup serius sampai harus dirawat di rumah sakit. Di Indonesia, penyakit ini masih jadi ancaman kesehatan yang besar, apalagi saat musim hujan datang.
Penyakit DBD adalah penyakit akibat infeksi virus yang ditularkan oleh gigitan nyamuk Aedes Aegypti. Virus yang menyebabkan demam berdarah ini adalah virus dengue dari gigitan nyamuk Aedes dan menginfeksi saluran peredaran tubuh.
Sementara, pengertian DBD menurut WHO (World Health Organization) adalah demam dengan gejala yang parah akibat virus dengue. Penyakit ini banyak terjadi di daerah tropis dan subtropis, termasuk Indonesia.
Penyebab utama penyakit DBD adalah virus dengue dari gigitan nyamuk Aedes yang masuk ke dalam tubuh. Nyamuk Aedes umumnya berukuran kecil dengan ciri khas dua garis putih di punggung dan kaki. Mereka sering ditemukan di tempat yang gelap dan sejuk serta berkembang biak di lingkungan yang banyak genangan air.
Gejala utama ketika terkena virus dengue adalah demam tinggi secara mendadak dan disusul dengan gejala lainnya. WHO mengidentifikasi secara umum gejala DBD baik pada orang dewasa dan anak-anak sebagai berikut
Gejala DBD pada orang dewasa dan anak-anak hampir sama tetapi intensitas pada orang dewasa lebih tinggi dan mudah diidentifikasi dibandingkan anak-anak. Bila merasakan gejala ini, segera pergi ke dokter untuk penanganan lebih cepat.
Tahukah Anda, di tahun 2025, kasus demam berdarah terus meningkat di banyak daerah? Daerah rawan DBD adalah wilayah yang memiliki tingkat kasus demam berdarah tinggi atau berisiko besar terkena penyakit ini. Di Indonesia, kasus DBD cenderung meningkat pada periode tertentu, terutama saat musim hujan.
Memang penyebab utama penyakit DBD adalah nyamuk. Namun, penyebab DBD selain nyamuk ialah daerah yang mendukung berkembang biaknya, terutama di daerah yang:
Mengacu pada laporan Kementerian Kesehatan yang dikutip dari Media Indonesia , jumlah kasus demam berdarah di Indonesia masih tergolong tinggi sepanjang Januari hingga Oktober 2025. Kasus terbanyak berasal dari provinsi dengan kepadatan penduduk yang tinggi, seperti Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, DKI Jakarta, dan Jawa Tengah. Ini menjadi pengingat penting bagi kita semua agar lebih waspada dan siap menghadapinya.
Masalahnya, biaya rumah sakit bisa cepat membengkak dan menambah bebas stress. Di sinilah asuransi demam berdarah bisa sangat membantu kondisi keuangan. Memiliki asuransi khusus penyakit ini bisa jadi langkah cerdas untuk melindungi kondisi finansial keluarga, terutama kalau tiba-tiba ada keluarga yang harus dirawat di rumah sakit akibat penyakit ini.
Berbeda dengan asuransi kesehatan pada umumnya, asuransi demam berdarah lebih spesifik untuk penyakit demam berdarah. Tidak hanya itu, asuransi ini juga memberikan manfaat dan keunggulan yang berbeda dari asuransi kesehatan lainnya.
Baca juga: Artikel Juli tentang Pengecualian Polis Asuransi
Memiliki asuransi khusus untuk penyakit demam berdarah adalah langkah pertama untuk melindungi keluarga dari ancaman penyakit yang umum terjadi di sekitar kita. Pasalnya, ini adalah bentuk kesiapan Anda yang mampu memberikan dukungan finansial sekaligus ketenangan saat kondisi darurat terjadi.
Anda tidak perlu khawatir karena Great Eastern Life Indonesia memiliki asuransi kesehatan GREAT ProInsure Mosquito-Borne Diseases khusus untuk penyakit demam berdarah. Dengan asuransi ini, Anda secara otomatis akan mendapatkan perlindungan asuransi demam berdarah tanpa biaya tambahan.
Dalam menghadapi demam berdarah, kesiapan tertentu bisa membuat perbedaan yang besar.Jadi, bagaimana, sudahkah Anda memperkuat perlindungan untuk orang-orang tercinta?
Baca juga: Artikel tentang Apa Itu Tipes? Gejala, Penyebab, dan Cara Pengobatannya
Asuransi DBD adalah asuransi yang fokus untuk perawatan penyakit demam berdarah. Manfaat dari asuransi ini mulai dari biaya rawat inap, obat-obatan, cek laboratorium, dan prosedur medis lainnya untuk mendukung pemulihan penyakit DBD.
Tidak semua asuransi kesehatan menanggung penyakit demam berdarah. Agar mendapatkan perlindungan yang spesifik untuk penyakit DBD bisa didapatkan dengan membeli polis asuransi khusus demam berdarah.
Asuransi bantuan demam berdarah ialah asuransi yang melindungi dari risiko beban biaya perawatan demam berdarah. Pemegang polis ini tidak perlu khawatir akan besarnya biaya rumah sakit dan dapat fokus selama masa pemulihan.
Setiap asuransi memiliki ketentuan penyakit yang berbeda-beda dalam polisnya. Mulai dari penyakit kritis, penyakit jantung, penyakit DBD, dan lain sebagainya. Memilih asuransi kesehatan yang melindungi penyakit spesifik bisa untuk pilihan Anda jika ingin perlindungan sesuai kebutuhan tanpa harus mengambil asuransi dengan manfaat yang luas.
Pengertian penyakit DBD menurut Kemenkes adalah penyakit yang ditularkan oleh gigitan nyamuk bernama Aedes aegypti. Nyamuk ini umumnya berukuran kecil dengan tubuh berwarna hitam pekat, ditandai dua garis putih vertikal di punggung dan garis-garis putih horizontal pada kaki. Nyamuk Aedes aegypti paling aktif menggigit dari pagi hingga sore, meskipun kadang juga pada malam hari.
Pengertian DBD menurut WHO (World Health Organization) adalah demam dengan gejala yang parah akibat virus dengue. Penyakit ini umum terjadi di lebih dari 100 negara, termasuk Indonesia, di Afrika, Amerika, Timur Tengah, Asia Tenggara, dan Pasifik Barat.
Ciri-ciri utama seseorang terkena DBD ialah demam tinggi 40°C secara tiba-tiba dan disusul dengan gejala sakit kepala hebat, nyeri sendi dan otot, mual dan muntah, hingga ruam di kulit.
Penyakit DBD disebabkan oleh virus dengue yang masuk ke dalam tubuh dan menginfeksi saluran peredaran darah melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti.
Gejala pertama seseorang terkena DBD adalah demam tinggi 40°C secara mendadak selama 2-7 hari.
Virus yang menyebabkan demam berdarah adalah virus dengue dari gigitan nyamuk Aedes aegypti dan menginfeksi saluran peredaran tubuh.
Faktor lain penyebab DBD selain gigitan nyamuk Aedes aegypti, yaitu curah hujan yang tinggi, kepadatan penduduk, sanitasi yang kurang baik, serta kondisi lingkungan yang mendukung berkembangnya nyamuk