Pilih negara asal dan bahasa
Singapore
Malaysia
Indonesia
  • Bahasa Indonesia
Brunei

Lima mitos masa pensiun

Masa Pensiun adalah saat menikmati hasil kerja sekaligus kebebasan Anda. Di laman ini kami memisahkan mitos dengan fakta untuk menunjukkan bagaimana menikmati gaya hidup yang selama ini Anda idamkan.
Print
Bagikan
Five retirement myths set straight

Masa Pensiun adalah tahap hidup yang dinantikan banyak orang, namun ada banyak kesalah pahaman tentang bagaimana menyiapkan masa pensiun. Berikut kami sampaikan fakta-fakta seputar pensiun agar Anda memahami bagaimana menikmati usia keemasan Anda.

MITOS 1:  Selama saya bisa mencukupi kebutuhan diri sendiri, saya bisa pensiun

Jangan lupakan tanggungan Anda. Belum tentu anak Anda sudah memiliki penghasilan sendiri ketika Anda memasuki usia pensiun. Pikirkan juga apakah Anda masih harus menanggung kebutuhan orang tua dan pasangan Anda. Untuk pensiun, tidak cukup hanya sekedar memiliki dana untuk memenuhi kebutuhan diri sendiri. Memikirkan para tanggungan dalam rencana pensiun Anda adalah langkah yang penting.


MITOS 2:  Saya masih muda, belum perlu memikirkan pensiun

Sangat dimengerti bahwa para profesional muda sibuk membangun karirnya dan merencanakan masa pensiun belum menjadi prioritas. Namun penting untuk merencanakan masa pensiun sejak dini agar dana Anda memiliki banyak waktu untuk berlipat ganda. Semakin muda kita memulai, semakin banyak nilai pengembalian investasi yang bisa dinikmati.


MITOS 3:  Pensiun tidak memerlukan banyak dana

Dana pensiun bukan perkara ringan, namun biaya dana pensiun tidak harus tinggi ketika kita memulainya di usia muda. Sebagai gambaran, Andi berusia 25 tahun dan ingin pensiun di usia 55 tahun. Bila Andi ingin mendapat tunjangan sebesar Rp 10.000.000/bulan selama 22 tahun setelah ulangtahunnya ke-55, ia membutuhkan dana sekitar Rp 5,6 miliar bila inflasi mencapai 7,4% per tahun. Dana sejumlah ini sangat banyak untuk sebagian besar dari kita. Namun, bila Andi memulai sekarang and bisa mendapat bunga 27,1% per tahun ia bisa menyisihkan Rp 39.500/ bulan untuk mencapai target ini. Bila ia menyisihkan sebagian tabungan dana pensiunnya untuk investasi yang memberi pengembalian lebih tinggi, ia bisa mendapat uang lebih ketika pensiun dan bisa meninggalkan warisan bagi orang-orang yang dicintainya.


MITOS 4:  Anda harus berhenti bekerja di umur 55

Aturan ini tidak lagi berlaku! Cukup banyak profesional yang mengatakan ingin terus bekerja paruh waktu daripada berhenti bekerja sama sekali ketika pensiun. Dengan meningkatnya pelayanan kesehatan dan angka harapan hidup, kondisi kesehatan Anda mungkin masih sangat baik di usia 55 tahun. Dengan tetap bekerja ketika pensiun, baik secara paruh waktu maupun dengan mengembangkan hobi, Anda tetap aktif secara fisik dan mental sekaligus mendapatkan penghasilan. Untuk menghitung berapa kebutuhan Anda di masa pensiun, gunakan kalkulator pensiun kami.


MITOS 5:  Aset properti saya bisa mencukupi kebutuhan dana pensiun

Jangan bergantung pada penjualan aset properti untuk menutupi kebutuhan masa pensiun, karena tidak ada jaminan bahwa nilai properti Anda akan berlipat ganda saat pensiun. Merencanakan dana pensiun sejak dini berarti Anda menyiapkan dana untuk menikmati masa pensiun tanpa harus mengorbankan aset properti Anda.

Tanyakan hal-hal tersebut kepada tenaga pemasaran kami ketika Anda mulai merencanakan dana pensiun. Setelah Anda mengidentifikasi kebutuhan Anda, ia bisa membantu Anda mendapatkan solusi perencanaan dana hari tua yang tepat untuk Anda dan keluarga.

Info lebih lanjut
Kembali ke atas
Butuh bantuan?
Customer Contact Center
(Senin-Jumat, 09.00-18.00)
SMS (bagi Pemegang Polis)
Ketik *INFO
Email kami
Hubungi kami
Pengajuan klaim
Layanan Nasabah
Great Eastern Life Indonesia terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan
Great Eastern Life Indonesia terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan