Pilih negara asal dan bahasa
Singapore
Malaysia
Indonesia
  • Bahasa Indonesia
Brunei

Lima langkah menyiapkan dana pendidikan

Kebanyakan anak akan melewati 16 tahun masa sekolah. Pastikan Anda merencanakan biaya pendidikan mereka sejak dini sehingga kebutuhan mereka terpenuhi sejak taman kanak-kanak hingga lulus kuliah. Masa sekolah akan lebih menyenangkan tanpa mengkhawatirkan biaya.
Print
Bagikan
Lima langkah mempersiapkan dana pendidikan

Orang tua selalu menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya, termasuk memastikan langkah mereka ke perguruan tinggi berkualitas yang akan memberikan langkah awal anak dalam hidup dan karir ke depannya. Akan tetapi, biaya pendidikan di tingkat perguruan tinggi tidaklah murah, dan Anda pasti tidak ingin membiayai pendidikan anak Anda dengan berhutang. Untuk menghindari krisis keuangan, berikut lima tips yang dapat menolong Anda merencanakan biaya pendidikan anak sehingga Anda tidak perlu khawatir saat waktunya tiba.

  1. Tinjau kembali dana-dana Anda

    Sudahkah Anda mempersiapkan dana yang cukup untuk biaya pendidikan tinggi anak Anda? Langkah pertama adalah meninjau kembali persediaan dana yang Anda miliki, termasuk tabungan, polis asuransi jiwa, reksadana dan investasi-investasi lainnya. Catat jumlah nilainya saat ini, serta proyeksi nilainya saat anak Anda mencapai usia 18 atau 21 tahun. Masukkan faktor-faktor seperti laju pengembalian investasi dan nilai yang diproyeksikan dari produk asuransi jiwa. Anda juga dapat menggunakan kalkulator dana pendidikan anak di situs ini untuk menghitung berapa biaya yang Anda butuhkan.

  2. Hitung biaya pendidikan anak Anda

    Hitunglah estimasi biaya pendidikan tinggi anak Anda. Mulailah dengan mendata biaya pendidikan dan biaya hidup saat ini, lalu kalkulasikan nilainya di masa depan. Misalnya, biaya kuliah empat tahun untuk gelar sarjana ekonomi di perguruan tinggi di Indonesia adalah Rp 140 juta. Bila inflasi untuk biaya pendidikan berkisar 15% per tahun, biaya kuliah empat tahun bisa mencapai Rp 1,14 miliar 15 tahun dari sekarang.

  3. Hitung kekurangannya

    Singkatnya, berapa banyak tabungan yang perlu Anda tambahkan agar Anda memenuhi kebutuhan biaya pendidikan tinggi anak Anda di masa datang?  Sebagai contoh, sebut saja ada seorang bernama Alex. Alex mempunyai seorang anak berusia satu tahun, dan 17 tahun dari sekarang dia memperkirakan akan memerlukan sekitar Rp 1,5 miliar untuk biaya kuliah anaknya di Indonesia sampai mendapat gelar sarjana (empat tahun), dengan asumsi  laju inflasi pendidikan 15% per tahun. Bila Alex saat ini memiliki tabungan Rp 200 juta, Alex memiliki kekurangan dana sebesar Rp Rp 1,3 miliar. Ini baru biaya kuliah ilmu sosial kemasyarakatan selama empat tahun di Indonesia. Biaya kuliah di luar negeri akan lebih mahal dan membutuhkan lebih banyak pertimbangan serta perencanaan.

  4. Teliti sebelum berinvestasi

    Banyak perusahaan asuransi yang memiliki solusi tabungan untuk biaya pendidikan tinggi anak Anda. Sebelum Anda menginvestasikan pendapatan yang sudah Anda peroleh dengan susah payah ke produk-produk tersebut, Anda perlu mengidentifikasi target finansial Anda terlebih dahulu. Sebaiknya Anda juga mengetahui rata-rata tingkat pengembalian polis Anda, berapa banyak uang yang bisa Anda sisihkan dengan nyaman, dan berapa banyak resiko keuangan yang bisa Anda hadapi bila membeli produk investasi. Contoh pilihan investasi yang tersedia adalah reksadana, dana perwalian, obligasi dan investasi saham.

  5. Lakukan diversifikasi. Jangan menaruh semua telur dalam satu keranjang

    Jika Anda adalah investor yang enggan mengambil risiko dan cenderung memilih  jenis investasi berisiko rendah, kekurangan yang akan Anda hadapi adalah tingkat pengembalian investasi yang juga rendah. Ini kurang baik bila Anda masih harus menutup banyak kekurangan untuk mencapai target finansial Anda. Mulailah berpikir untuk melakukan diversifikasi portofolio Anda dengan menaruh sebagian aset Anda pada instrumen-instrumen yang memberikan tingkat pengembalian lebih tinggi, misalnya membeli saham yang akan memberikan dividen. Dengan prinsip menyebar telur di keranjang yang berbeda-beda, Anda memperbesar tingkat pengembalian investasi Anda secara keseluruhan dan pada saat yang sama mempertahankan tingkat risiko yang moderat / menengah.

Jika Anda belum yakin produk apa yang terbaik bagi Anda, silahkan berdiskusi dengan tenaga pemasaran Anda.

Info lebih lanjut
Kembali ke atas
Butuh bantuan?
Customer Contact Center
(Senin-Jumat, 09.00-18.00)
SMS (bagi Pemegang Polis)
Ketik *INFO
Email kami
Hubungi kami
Pengajuan klaim
Layanan Nasabah
Great Eastern Life Indonesia terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan
Great Eastern Life Indonesia terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan